Beranda > Hukum Tantra > PERGESERAN PRIVATE PROSECUTOR KE PUBLIC PROSECUTOR

PERGESERAN PRIVATE PROSECUTOR KE PUBLIC PROSECUTOR

DituntutPergeseran private prosecutor ke public prosecutor

Salah satu hal penting yang menandai era modern adalah bahwa individu-individu tidak lagi menghukum seseorang untuk dirinya sendiri.[1] Dalam era modern pula telah dihasilkan penuntut umum (public prosecutor) untuk menggantikan penuntut awam (lay prosecutor) sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pemeriksaan perbuatan yang melanggar hukum. Sebelum era modern datang, korban-korban perbuatan yang melanggar hukum sendirilah yang membawa kasus-kasusnya ke lembaga peradilan dengan menjadi pihak penuntut. Dengan demikian, korban-korban perbuatan yang melanggar hukum bertanggung jawab atas dirinya sendiri apabila terjadi perbuatan yang melanggar hukum terhadap dirinya oleh orang lain dengan membawanya ke dalam proses peradilan pidana.

Dengan datangnya era modern, negaralah yang menjadi satu-satunya institusi yang bertanggung jawab untuk bertindak atas nama individu-individu yang dilanggar. Di era ini, negara juga diandaikan dapat menuntut secara netral (impartially), tidak berkepentingan atas kasus yang dihadapi (disinterestedly), dan tidak memihak (dispassionately).[2]

Sebelum era modern datang, sistem penuntutan yang berlaku dijalankan oleh penuntut swasta (private prosecutor). Sistem ini dijalankan pada masa Polis[3] di Yunani Kuno, Republic[4] dan Principate[5] di Romawi Kuno, Monarki Prancis dan Prusia sebelum abad ke-16, dan Monarki Inggris sebelum abad ke-18. Munculnya penggunaan sistem penuntutan yang dijalankan oleh penuntut umum (public prosecutor) pada era negara modern lebih berlangsung dengan cara evolutif daripada perencanaan yang sekali jadi. Di Inggris Raya, misalnya, sebelum abad ke-17 penuntut hanya dapat melakukan penuntutan terhadap perkara-perkara yang berkaitan dengan raja saja. Sedangkan kewenangan penuntutan lain dijalankan oleh hakim yang mempunyai kewenangan penuntutan di tempat tertentu (justice of the peace) dapat melakukan penuntutan terhadap berbagai perkara tanpa penuntut swasta (private prosecutor).[6] Di Amerika Serikat, penggunaan sistem penuntutan yang dijalankan oleh penuntut umum (public prosecutor) memiliki pengalaman sejarah yang berbeda. Sistem penuntutan umum (public prosecution) sudah dikenal pada masa kolonial Inggris masih berkuasa di Amerika Serikat, meskipun pada kenyataannya di Inggris sendiri sistem ini tidak dikenal. Para sejarawan tidak memiliki penjelasan yang cukup memadai untuk menjawab persoalan mengapa sistem penuntut umum (public prosecutor) diterapkan di Amerika Serikat.[7]

Menurut penelitian Danielle S. Allen, Amerika Serikat adalah salah satu negara yang rezim politiknya menerapkan sistem penuntut umum (public prosecutor) yang diberikan kewenangan untuk melakukan penuntutan terhadap perkara pidana sebelum abad ke-20. Oleh karena itu, di Amerika Serikat pada saat itu sudah tidak diperkenankan individu swasta melakukan penuntutan terhadap perkara pidana. Penuntut umum (public prosecutor) adalah satu-satunya institusi yang memiliki yurisdiksi secara de jure untuk mengeluarkan (tidak melibatkan) individu swasta dari proses penuntutan terhadap perkara pidana.[8]

Perubahan pola penuntutan dari penuntut swasta (private prosecutor) ke penuntut umum (public prosecutor) tidak terlepas dari perubahan cara pandang terhadap relasi antara keberadaan negara dan keberadaan warga negaranya. Di seluruh dunia, termasuk Yunani Kuno, warga negara pada era pra-modern demi keselamatannya wajib memahami persoalan yang berkaitan dengan penghukuman (punishment). Setiap anggota masyarakat demokratis di Athena diangap mampu untuk menangani persoalannya sendiri ketika terjadi perkara-perkara hukum terhadap dirinya, termasuk perkara pidana. Setiap anggota masyarakat demokratis di Athena juga dianggap mampu untuk membawa perlengkapan-perlengkapan kekuasaan-kekuasaan politik yang memiliki kewenangan tertentu untuk beracara melawan pihak yang melakukan tindakan pidana terhadap dirinya.[9] Masyarakat dianggap mampu untuk melaksanakan kekuasaan mulai dari permulaan sampai akhir untuk menyelesaikan proses penghukuman. Sebaliknya, warga negara modern tidak terlibat secara aktif di dalam  penyelesaian atau penghukuman terhadap tindakan pidana terhadap dirinya, karena peroslan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara.[10]


[1] Danielle S. Allen, The World of Prometheus: The Politics of Punishing in Democratic Athens, (Princeton: Princeton University Press, 1999), hal. 3.

[2] Ibid., hal. 13.

[3] Polis, yang berarti kota, adalah tipe negara kota Yunani Kuno yang berciri utama pemerintahan yang dilaksanakan dengan sistem demokrasi langsung, yang berarti seluruh rakyat turut aktif dalam kegiatan pemerintahan dengan cara dikumpulkan dalam suatu tempat yang bernama Eclesia untuk membahas masalah-masalah pemerintahan. Padmo Wahjono, Kuliah-kuliah Ilmu Negara, Cet. I, (Jakarta: Ind-Hill-Co., 1996), hal. 121.

[4] Republik, yang berarti kepentingan umum, adalah salah satu fase negara Romawi Kuno di mana pemerintahannya dipegang oleh dua orang konsul yang akan menyelenggarakan kepentingan umum. Tentang hal ini lihat misalnya Sjachran Basah, Ilmu Negara Pengantar, Metode dan Sejarah Perkembangan, (Bandung: Citra Aditya Bhakti, 1990), hal. 120-121.

[5] Principate, yang berarti kekaisaran, adalah salah satu fase negara Romawi Kuno di mana wilayah negaranya bukan lagi hanya sekadan polis (kota), tetapi sudah merupakan country state dengan wilayah yang sangat luas. Oleh karena itu, pemerintahan tidak lagi mungkin dijalankan dengan menggunakan sistem demokrasi langsung, tetapi diperlukan adanya suatu pusat kekuasaan yang terletak pada seorang kaisar. Allen, op. cit., hal. 15.

[6] Ibid.

[7] Ibid.

[8] Ibid., hal. 39.

[9] Ibid.

[10] Ibid.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: