Beranda > Umum > MAHASISWA…?

MAHASISWA…?

Mahasiswa…..?

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan” Soe Hok Gie

“Hidup adalah soal keberanian, menghadapi jang tanda tanja…. Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar…. Terimalah dan hadapilah.” Soe Hok Gie

Siapa “Mahasiswa”? Secara umum mahasiswa merupakan gelar/panggilan yang diberikan kepada sesorang yang sedang menempuh studi di sebuah perguruan tinggi. Tingkat pendidikan yang ditempuh oleh mahasiswa merupakan jenjang tertinggi yang merupakan kelanjutan dari proses belajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Hal ini berarti mahasisiwa hanyalah merupakan peserta didik pada suatu perguruan tinggi, maka fungsi dan tugas mahasiswa adalah studi/belajar. Bentuk nyata antara lain mengikuti proses belajar mengajar yakni perkuliahan, menerima materi, memperjari materi, mengevaluasi materi dan memperoleh nilai atas proses yang di jalani tersebut. Proses studi/belajar tersebut selain di dapat dalam bentuk formal, mahasiswa juga dapat memperdalam, mengembangkan dan mengatualisasikan keilmuannya dalam bentuk informal yakni kegiatan yang diselenggarakan diluar proses belajar mengajar seperti seminar, lokakarya, pelatihan, workshop atau mengikuti kompetisi/lomba yang sesuai dengan keilmuan.

Berdasarkan hal tersebut, fungsi dan tugas mahasiswa hanya bergulat pada tataran studi/belajar untuk memperdalam ilmu pengetahuan hal ini disebut dengan study oriented. Akan tetapi, sebagian orang menilai fungsi dan tugas mahasiswa tidak hanya studi/belajar. Intelektualitas, idealisme, energifitas, dan sportifitas mahasiswa menarik mahasiwa kedalam fungsi yang lebih luas. Fungsi dan tugas mahasiswa tidak hanya study oriented, akan tetapi juga social oriented. Bahkan, pada akhirnya sebagian mahasiswapun memposisikan diri tidak hanya memiliki fungsi studi/atau belajar.

Social oriented  yang diemban mahasiswa dapat dilihat ketika mahasiswa memiliki fungsi sebagai Agent of Changet atau dapat disebut juga sebagai Modernizing Agent. Artinya, mahasiswa dituntut memiliki pemikiran kritis dan dapat mengimplemetasikan pemikirannya tersebut dalam menyikapi keadaan atau realitas di masyarakat yang dinilai tidak baik seperti perlakuan tidak adil kepada mayarkat, kemiskinan, atau perlakuan diskriminatif. Mahasiswa dianggap mampu mewakili kepentingan masyarakat dan mengantarkan masyarakat pada keadaan yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam menjalankan fungsi tersebut mahasiswa harus mampu menjaga nilai-nilai moral yang ada di dalam masyarakat. Mahasiswa harus menangkap, mengotrol dan menjaga realita yang hidup secara mutlak di didalam masyarakat. Disini fungsi mahasiswa sebagai Guardian of Value.

Tapi perlu di pertegas di sini fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol atas kebijakan pemerintah bukan berarti yang diperjuangkan mahasiswa adalah adalah kepentingan politik satu kelompok. Karena yang mahasiswa perjuangkan moral force bukan political force. Mahasiswa tidak menjadi tunggangan dari kepentingan-kepentingan politik golongan vested interest tertentu tapi mahasiswa membawa pesan moral (trusty) dari masyarakat.

Orentasi mana yang lebih utama bagi mahasiswa? Fungsi dan tugas pokok (prime) mahasiswa belajar/studi. Maka yang lebih utama bagi mahasiswa adalah study oriented. Social oriented tetapi melekat dan begerakat secara laten yang melihat keadaan masyarakat. Sikap tindak aktif dapat mucul ketika terdapat faktor-faktor yang mencetusnya seperti kondisi ekonomi yang memprihatinkan, ketidakpuasan sosial, kebijakan pemerintah yang dinilai tidak adil, ketidakpuasan terhadap penguasa, politik yang tidak demokratis dan terjadinya degradasi nilai moral dalam masyarakat. Secara sederhana gerakan mahasiswa terjalin atas keresahan masyarakat dan kondisi sosial politik yang kritis.

Ketika tujuan telah tercapai, mahasiswa harus kembali kepada tugasnya utamanya, untuk mempersiapkan diri meneruskan estafet pembangunan bangsa dan negara. Keterlibatan langsung mahasiswa dalam dunia politik bersifat sementara sebagai reaksi mahasiswa menyikapi keadaan yang terjadi. Hal ini dikarenakan, mahasiswa di nilai memiliki fungsi Iron Stock yakni sebagai aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Mahasiswa dihadapkan pada kenyataan bahawa dirinya kedepan merupakan generasi-generasi penurus yang menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Dan, sebagai generasi penerus, diyakini dapat membentuk keadaan yang lebih baik dari apa yang dilakukan oleh generasi sebelumnya. Oleh karena itu, bekal ilmu pengetahuan yang harus dipersiapakan.

Fungsi dan tugas mahasiswa tesebut “Intelektualitas, idealisme, energifitas, dan sportifitas” menjadi ironis ketika melihat dalam kenyataan terdapat oknum mahasiswa menodai tugas dan fungsi Mahasiswa. Bahkan menjadi lebih ironis ketika stigma negatif lahir dari masyarakat dimana fungsi dan tugas mahasiswa sebagai Agent of Changet dan Guardian of Value. Dalam kenyataannya terdapat mahasiswa yang terjebak atau secara sadar menggunakan narkotika dan melakukan seks bebas (free seks). Pertikaian antar mahasiswa baik yang terjadi antar fakutas dalam satu universitas atau antar universitas. Dalam tataran kejujuran akademis dinodai dengan prilaku plagiator, kesadaran untuk pencapaian nilai yang lebih baikpun tidak ada. Bahkan, prilaku mahasiswa tidak mecerminkan kebersamaan, individualisme dan hedonisme meracunin sebagian mahasiswa.

Keadaan ini secara langsung dapat merusak nama baik mahasiswa, walaupun sebenarnya masih terdapat sebagian mahasiswa yang tetap menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik. Selain itu, secara tidak langsung keadaan ini akan mempengaruhi bangsa dan negara. Pilar yang menyokong pembaharuan negara adalah  mahasiswa, maka ketika pilar –baca mahasiswa- itu hacur dapat dipastikan bangsa dan negara inipun akan hancur. Oleh karena itu, tuliasan ini diharapkan dapat menjadi cermin bagi mahasiswa, bahwa tugas dan fungsi mahasiswa sangatlah PENTING, selain bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat juga bagi bangsa dan negara. (way) (tulisan ini merupakan OPINI yang dimuat pada majalah RETORIKA FHUP)

  1. November 17, 2011 pukul 2:03 pm

    Assalamualaikum pak.
    Gmana Hasil UTS Kelas E PIH ?

  2. ilham76
    November 18, 2011 pukul 6:18 am

    Nanti… ya… sy umumkan… dan ada bisa lihat hasilnya…

  3. Desember 22, 2011 pukul 11:47 am

    Pak minta kisi2 buat UAS 2012 PIH kelas E FH UP dong?

  4. ilham76
    Desember 23, 2011 pukul 12:03 am

    Kisi gak ada, bahan ujian ada. Mingu sy posting

  5. Juni 28, 2014 pukul 8:54 pm

    arti sesungguhnya mahasiswa cuman ada di puisi taufik ismail pak “mahasiswa takut dosen, dosen takut dekan, dekan takut rektor, rektor takut menteri, menteri takut presiden, presiden takut siapa? takut Mahasiswaaaaaaaaaa” hehehe

  6. ilham76
    Juli 16, 2014 pukul 12:20 am

    Heheheheh…. yg terpenting semuanya berbuat baik untuk agama, negara, keluarga… slm

  7. bung reii
    Agustus 25, 2014 pukul 6:38 am

    mahasiswa sebagai Agent of Changet dan Guardian of Value pandangan salah mengenai materi ini,mahasiswa bukanlah agen perubahan,mahasiswa hanya bagian dari pergerakan masa,tokoh perubahan yang sebenernya adalah kaum soko guruh, buruh , tani,kaum miskin kota..berjuang..bersama rakyat..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: