CORETAN

Tuk 3 (tiga) buah Hatiku

Tanggal 3 Januari 2004 kau dilahirkan
Kuberi nama Cua dan kupanggil “Bulan”
Kau dilahiran dan dibesarkan ketika tak terbagi sayang kepada yang lain
Semua untuk mu dan hanya ada untuk mu
Rasa tenang selalu ketemukan dalam setiap tatapan mu
Menyejukkan hati, membuat ku haru, kadang sampai berkaca-kaca kalbu ini
Dipundak mu kutitipkan semua mimpi-mimpi ku

Tanggal 14 Februari 2008 kau dilahirkan
Kuberinama Ica dan kupanggil “Matahari”
Dibesarkan ketika jiwa dan hati ini dalam keadan sakit
Merintis masa depan berharap menemukan jalan yang tersimpang
Melihatmu membuat ku menggelora, berapi-api penuh semangat
Tidur, bangun dan semua waktu mu diisi dengan senyum manis dan manja
Hari-hari selalu ceria ketika kau berceloteh riang

Tanggal 18 Mei 2011 kau dilahirkan
Kuberinama Ifa dan kupanggil “Bumi”
Lahir dari suatu yang tidak direncanakan tapi ditakdirkan
Melalui mu mengalir air dari sungai-sungai yang penuh berkah
Kau bawa untuk ayah, bunda dan kakak-kakak mu
Seakan menjadi tempat berpijak dan menanam butiran-butiran cinta
Kau terlihat tegar, sepertinya kau mampu menopang kita semua

Tiga buah hatiku…. 
Tiga buah hatiku…. 
Tiga buah hatiku… sangat berarti dari semua yang memiliki arti
Semua sama tak kan pernah ku bedakan…. Sayangku untuk kalian….

Untuk Mu…

Cahaya surga panggilan yang kuberikan untuk dirimu 
Diawali dari pertemuan biasa, dimulai dari ikatan sah, dijalani sebagai suatu kelurga dan semoga diakhiri oleh panggilan yang Kuasa.

Kau memberikan perasaan tenteram dan nyaman di dalam hati ini.
Kau membesarkan dan mendidik buah cinta kita.
Kau mengemas rumah, membasuh pakaian dan menjaga kesucian rumah kita.
Kau mengingatkanku apabila ku terlupa dan menjadi pendengar apabila ku gelisah.
Kau… kau… kau… selalu ada untuk diriku.

Tiga putri manis dan cantik dititipkan kepada kita.
Yang kau bawa dalam rahimmu dengan penuh sabar dan tabah walaupun payah. Bertarung dengan nyawa untuk melahirkan penyejuk mata, lalu aku menyambutnya sebagai seorang ayah. Maka menjadi tugas kita tuk menjaganya.

Hari-harimu selalu diisi dengan kewajiban menurut agamamu. Kau selalu menjaga tugasmu sebagai seorang isteri setiap hari. Air tanganmu yang ikhlas, menjamu ku dan duduk bersama-sama untuk ku.

Ku tahu engkau kadang risau tentang diriku? Ketika kumeninggalkan rumah kita, pasti dihatimu bertanya di mana aku berada dan apa yang kulakukan. Apa yang ku kabarkan tetang diriku selalu kau jawab dengan tersenyum lega.

Hati ku untuk mu. Sabarlah menerima teman yang menjadi suamimu. Aku ini tidak lepas dari kekhilafan. Tapi, aku berusaha menjadi suami yang baik untukmu.

Segala pujian bagi ALLAH telah memberikan anugerah terbesa bagi ku yaitu kau. Terima kasih wahai“cahaya surga ku” Semoga syurgalah tempat tinggalmu nanti…

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: